Tampilkan postingan dengan label Pengusaha wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengusaha wanita. Tampilkan semua postingan

Slightshop Pengusaha Berbisnis Modal Talenta Lukis

Biografi Pengusaha Andina Nabila Irvani


berbisnismodal.png

Pengusaha berbisnis modal talenta lukis. Dialah pendiri Slightshop, bisnis sepatu yang bermotif cantik buat dipakai wanita kekinian. Dara cantik berjilbab, kelahiran 31 Juni 1990, telah sukses menyabet sederet penghargaan atas talentanya dibidang seni lukis. 
 
Namanya Andina Nabila Irvani, atau sering dipanggil singkat Dina, pernah memenangkan berbagai penghargaan usahawan muda, seperti: Shell-Live Wire, Business Start Up Award 2009, Country Manager Asea- Preneur 2010 , dan masih banyak lagi. 
 

Kunci Sukses Indahkus Dokter Cantik Multitalenta

Profil Pengusaha Indahkus


profil indahkus
 
Apa kunci sukses Indahkus buat menginspirasi kita. Dokter cantik multitalenta ini, memilih dokter sebagai karir sejak dulu, dan tidak akan melepaskan. Tetapi bukan berarti menolak rejeki yang datang dari bernyanyi. Lantas bagaimana dia bisa sukses meski memiliki banyak pekerjaan.
 

Profil Indahkus

 
Dia pun bekerja keras menyeimbangkan waktu diantara menjadi Dokter, Selebgram, dan Penyanyi.

"Aku pun gak pernah menyangka sih sebenarnya aku bisa melakukan semuanya," ia melanjutkan. Ini karena keduanya dicintai Indah. Gadis bernama lengkap Indah Kusuma, kelahiran 9 April 1994, yang aslinya Padang.

Restoran Sarah Keihl Bermula Bisnis Kecil- Kecilan

Profil Pengusaha Sarah Keihl


restoran sarah keihl
 
Bermula bisnis kecil- kecilan membawa Sarah Keihl kini sukses. Sarah gadis 23 tahun, yang sejak dulu tertarik dunia entrepreneurship, sejak kuliah ia selalu berpikir mau berbisnis apa. Dia selalu membaca buku tentang kewirausahan yang kemudian mantap ia. Restoran dan kafe milik Sarah Keihl terpopuler dan terkenal di sosmed, terutama aplikasi Instagram.

Pertama- tama ia brrbisnis aksesoris kemudian menabung modal untuk usaha. Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Brawijaya ini mengumpulkan uang untuk berbisnis restorannya. Bermula dia menjual jepit badai atau jedai, yang kala itu tengah "booming" di masyarakat. Ia berharap akan menghasilkan penjualan tinggi.

"....memutuskan mengambil barang dari China dengan harga dikisaran Rp.1000 hingga 2000, dengan nilai jual Rp.10 ribu sampai 15 ribu," jelas Sarah.

Angkie Yudistia Penulis Buku Perempuan Tunarungu

Profil Pengusaha Angkie Yudistia


buku angkie yudista
 
Bukua Perempuan Tunarungu menceritakan mimpi bukan cuma milik mereka yang sempurna (secara fisik). Biografi singkat Angkie Yudistia penulis buku yang berjudul Perempuan Tunarungu. Kurang berarti bukan pula kurang syukur atas nikmat ilmu yang diberi. 
 
Angkei hanyalah manusia biasa, sosok yang diberkahi kekurangan, dilebihkan sisi lain untuk disyukuri.Wanita yang kerap disapa Angkei, yang punya mimpi terus berkarya, akhirnya dia menjadi sukses meski dalam keterbatasan. Dia sukses menjadi pengusaha dan juga penulis.

"Saya sangat suka menulis karena saya tunarungu. Tidak bisa mendengar membuat saya sulit berkomunikasi makanya saya suka menulis. Awalnya saya ragu karena nggak tahu sama sekali tentang peneliti tapi saya pikir kenapa tidak dicoba," ujar Angkie.

Profil Anaz Siantar Blogger Jadi Influencer

Profil Pengusaha Anaz Siantar


influencer anaz siantar
   
Dahulu blog merupakan media terlengkap berekspresi. Profil Anaz Siantar dari blogger jadi influencer. Dia memulai dari fashion blogger. Anaz memulai karirnya di 2011 sebagai fashion blogger. Beranjak tampilannya dapat kamu temukan di sosial media Instagram.

Wanita yang memiliki khas gaya street style. Selain menyukai blogging, ia juga menyukai menari dan megoleksi sepatu heel. Jauh sebelum Instagram dia menggunakan sosmed bernama LookBook. Yang kalau dilihat konsepnya sama, menampilkan kolase foto- foto layaknya Instagram.

Tahun 2011, dia lalu mengembangkan blog sendiri, yang diberi nama brownplatform.com. Sekaligus menjadikannya personal branding. Dia baru pindah ke Instagram pada 2012. Tentu platform IG masih culun dan lebih rapih tampilan feed -nya.

Menjadi Selebgram


Ia sempat ragu karena sosmed membuka haters. Dan, ketika dia masuk atas bujukan para penggemar, followernya langsung 300.000. Hingga ia menjadi "kecanduan" memilih platform ini. Walau dia siap mental mendengarkan komentar netizen. Dia memulai Instagram ketika mau kuliah ke Paris.

Awalnya dia kebingungan karena memang beda. Giman caranya dia mengupload foto, dan dia tidak punya teman di sana. Karena memang belum seramai sekarang Instgram dulu sepi. Orang masih ada di Facebook, yang menerapkan konsep pertemanan padahal Instagram tidak butuh teman.

Beruntungnya, salah satu pembaca blognya yang baik mau menolong, dan dia menawarkan bantuan buat posting. Dia mengemail Anaz untuk membantu dan mengupload. Semenjak pristiwa itu, mereka lalu berteman, hingga perjalanan waktu membuat Anaz jago posting.

Pengusaha Aghnia Nabila Berbisnis Risoles Dimana Saja

Profil  Pengusaha Aghnia Nabila 

 
bisnis aghnia nabila pertama kali
 
Pengusaha Aghnia Nabila,  gadis cantik yang sukses berkat bisnis sederhana. Bahkan kamu juga bisa menirunya nanti di rumah. Apa sih bisnisnya? Siapa kah dia, dialah Agnian Nabila, meski berstatus mahasiswi semester enam di Fakultas Hukum Universiats Padjajaran, dia tak berhenti berusaha.
 
 Meski ia tercatat aktif mengikuti kegiatan senat di kampunsnya. Nabila memang tercatat aktif di BEM sebagai kader pengembangan sumber daya manusia.

Dia tercatat memenangkan Young Caring Professional Award berkat kewirausahaannya. Usia muda tak menghalangi bisnisnya. Gadis kelahiran Bandung, 5 Desember 1991 ini, memulai dari sekedar apa hobinya. Yaitu membuat makanan menjadi hobi sekaligus bisnisnya. 

Entrepreneur Cilik Leanna Archer Minyak Rambut Ajaib

Profil Pengusaha Leanna Archer


entrepreneur cilik amerika

Berkat minyak rambut ajaib entrepreneur cilik menjadi miliarder. Wajah polos Leanna Archer tidak akan membuat kita menduga. Bahwa dia sudah menjalankan entrepreneurship sejati. Jangan salah, semua tentang menilai orang dari cover tidak berpengaruh, karena kini dia orang termuda di Nasdaq.

Sebuah buku tak lagi terlihat seperti sampulnya sekarang. Sebuah keyakinan ada pada diri sendiri. Leanna berani membuka perusahaan sendiri hingga sampai ke bursa saham NASDAQ. Bagaimana dia memulai?

Dia hanya memulai dari rambutnya sendiri. Leanna yang masih terlihat seperti gadis pada umumnya, sangat senang bermain dengan anak seumurnya. Tetapi, ada yang berbeda dengan dirinya, di umur 15 tahun sudah berhasil mengerti bagaimana sebuah bisnis berjalan.

Toko Online Sepatu Wanita Mimpi Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Resty Lestari


kisah pengusaha muda pemilik real inc
 
Mimpi pengusaha muda ini ingin memiliki brand sendiri. Sebuah toko online sepatu wanita yang menjual produk bikinan sendiri. Resty Lestari sudah memulai usahanya sejak 2009 silam. Dimana dia mulai dari menjual produk ke teman- temannya sendiri di Kampus.

Prospek bisnis fashion tumbuh berkat sosmed. Munculnya influencer fashion menambah prospek. Tak ayal usaha Resty berkembang pesat mengikuti arus. Brand bernama Real Inc mampu bertahan, bahkan berkembang berkat tumbuhnya sosmed, yang sangat diperhitungkan.

Bayangkan sebulan dia mampu mengantongi omzet ratusan juta. Pasalnya bagi wanita satu pasang sepatu saja tidak cukup. Sekali posting bisa menempel aneka produk, tidak terkecuali sepatu yang kemudian ditarget brand Real Inc.

Mimpi Toko Online Sepatu Wanita


Bagi seorang fashionista keseharian merupakan pilihan. Tidak boleh monoton dari ujung kepalanya hingga ujung kuku. Dari bisnis hijab sampai sepatu Resty berjalan maju. Berapa banyak sepatu yang dimiliki seorang fashionista.

Kemudian berapa banyak pasang sepatu seorang influencer. Pastilah mereka membutuhkan lebih dari satu sepatu. Untuk OOTD artinya Outfit of The Day, maka brand Real Inc menawarkan produk lokal, kelebihan perusahaan milik Resty adalah dibuat berdasarkan pesanan.

"Pertama kali saya memasarkan jasa ini kepada teman- teman kampus saya melalui buku katalog yang dibagikan," kenang Resty.

Mahasiswi sebuah Universitas Swasta di Jakarta, yang menawarkan layanan jasa pembuatan sepatu dengan custom. Ada berbagai model jadi jangalah khawatir buat pembeli. Karena custom maka toko online sepatu wanita ini memberikan bermacam ukuran sepatu.

Sejak 2012 dia mulai menyiarkan produknya melalui BBM. Dari broadcast BBM lah toko online sepatu wanita miliknya berkembang. Awal dia menjajakan ke para teman, keluarga, dan siapapun yang terdekat.

Pesan berantai ini kemudian menjadi viral dan menyebar pesat. Darisana Resty kebanjiran orderan untuk custom sepatu. Mampu menggaet lebih banyak pelanggan online dari sini. Ketika sosmed mulai ramai kembali, dengan munculnya Twitter maka Resty punya ide membuat brand sendiri.

Inilah awal mula Real Inc "Saya beri nama (brand sendiri) dan nama Real Inc lah yang saya pilih," ia menambahkan. Pengusaha muda ini memasarkan melalui Twitter produk miliknya. Modal toko online sepatu wanita miliknya hanyalah Rp.3 juta saja.

Apakah modal segitu besar, ternyata hasilnya berpuluh kali lipat dibanding harapan. Dia mampu mengantungi Rp.70 juta dari transaksi. Omzet perbulan Real Inch semakin menunjukan perbaikan. Rata- rata mengantungi omzet Rp.20- 30 jutaan, dan naik tajam ketika Ramadhan atau tahun baru.

Omzetnya mencapai Rp.60- 70 jutaan dari penjualan sepatu. Menurut Resty masalah utama bisnis ini ialah proses pembuatan. Ya karena dibuat custom dan handmade, dibutuhkan waktu tertentu hingga satu produk jadi.

Sekitar 12 pengrajin membantu Resty menjalankan Real Inc. Ia tinggal mengontrol, dan menganalisa kepuasan konsumen. Hasilnya bagus karena kualitas selalu terkontrol olehnya. Pembuatan sepatu itu mulai dari pola, pengaplikasian bahan baku, jahit, pengeleman, mecentak dan penyelesaian.

Proses dilakukan dengan baik tanpa mengeluh. Pengusaha muda ini juga menyediakan produk yang sudah siap pakai. Siap kirim dan siap pakai oleh konsumen tanpa menunggu dulu. Meskipun sudah dikenal dia mengakui masih banyak perlu dikembangkan ke depan.

Pemasaran sekarang melalui Twitter dan Instagram. Ia juga membuat webstore atau toko onlinenya sendiri. Kedepan dia ingin membangun toko offline, dimana orang dapat mencoba dan membeli itu langsung tanpa lewat koneksi.

Wanita Berbisnis Tas Motif Aceh Menembus Pasar Ekspor

Profil Pengusaha Nailatul Amal


tas aceh ekspor ke luar negeri
  
Wanita ini berbisnis tas motif Aceh menembus pasar ekspor. Dulu Nailatul Amal hanya memproduksi sedikit. Bisnis tas memang tidak mudah apalagi banyak pemain. Ia ingat betul bagaiman sukarnya, menawarkan tas produksinya kepada masyarakat.

Meskipun sukar tidak menyurutkan warga Desa Rayeuk, Kec. Nisam, Aceh Utara ini. Sekarang tidak hanya dipasarkan di Aceh, tetapi Sumatera, Jawa, dan luar negeri. Nailatul mengeskpor ke Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.
 

Berbisnis Tas


Ke depan bahkan menyasar ke Norwegia, Spanyol, dan Denmark. Awal mula, tahun 2006, Nailatul sudah mulai  berbisnis namun tidak mudah. Pasang surut dia menjalankan bisnis tas motif Aceh, dia sama sekali tidak takut menghadapi persaingan produk yang sama.

"Saat itu saya hanya membuat manik- manik untuk jilbab yang biasa dipakai dan disukai konsumen," kenang pengusaha ini, yang tetap bekerja sambil berwirausaha.

Wirausaha tas merupakan satu bentuk passion baginya. Tidak mudah tetapi dia bertekad menjalankan, apapun resikonya sambil tetap bekerja.Tahun 2009 produknya mulai dilirik banyak pembeli. Waktu itu dia mengirim ke Medan, Sumatra Utara.

Bisnis tanpa nama tempat produksi tas milik Nailatul. Kini, nama Syirkatunnisa menjadi produk khas ekspor, ia memulai memproduksi dari sudut rumahnya. Dari mengerjakan semua sendiri, pengusaha wanita ini mampu mempekerjakan sekitar 30 orang pegawai, memproduksi ratusan tas untuk dijual.

Ia juga pernah merasakan rugi sebelum laku. Nailatul ingat bagaimana tidak lakunya tasnya ini. Mungkin karena tas motif Aceh masih awam. Dibanding tas- tas bermotif batik yang sudah di pasaran. Namun, kini, dia berbangga hati karena tas nya sampai ke Amerika Serikat.

Pasar menyukai tas etnik bermotif khas Aceh tersebut. Perusahaan kecil miliknya memproduksi tidak kurang 3000 buah. Pasarnya dijual baik di dalam negeri maupun luar negeri. Untuk sekarang ini dia menambahkan justru pesanan terbanyak datang dari Amerik Serikat.

Pasar Amerika meminati produk tas besar dan dompet. Amerika memberikan prospek besar baginya sekarang. "Alhamdulillah, permintaan besar. Bu Iriana Jokowi juga pernah beli tas dan kain di sini tahun lalu," bangga pengusaha ini kepada pewarta Detik.com.

Disini di rumah tanpa plang nama mempekerjaka ibu rumah tangga. Produksi bukan sekala dalam negeri, tetapi sudah pangsa pasar ekspor. Omzet perbulan menyentuh Rp.250 juta sampai Rp.400 juta. Paling ramai kalau masuk tahun baru, natal, valentin, dan paskah.

Wanita yang akrab dipanggil Mi Cut ini, menjelaskan apa itu motif Aceh. Menurutnya tas ini berbasis bahan bordir. Motifnya khas mengandung perpaduan Arab dan India. Produknya bermacam- macam tas dari kecil sampai besar, dari tas keong sampai koper, diproduksi oleh Mi Cut.

Dia memafasilitasi masyarakat lokal. Harganya dari 10 ribu sampai 350 ribuan dinamis. Ia berharap pihak pemerintah memperhatikan UKM seperti dirinya. Karena kita tau UKM memberikan dampak yang besar. UKM mengurangi pengangguran dan mengurangi kriminalitas di jalanan Aceh.

Suksesnya Mi Cut ternyata memili cerita lain. Soal marketing dia menambahkan tidak spesifik dalam promosi. Intinya mengutamakan kualitas desain dan pelayanan. Mengikuti acara pameran menjadi satu cara dia menjalankan bisnisnya, itupun tidak memaksa harus menjual banyak.

Baginya produk dapat tampil menarik perhatian orang. Lewat pameran internasional akan membuka celah ekspor. Disamping itu menjalankan perbaikan- perbaikan lagi. Sambil nanti akan menyiapkan kapasitas produk.

Fashion Blogger Pertama Biografi Diana Rikasari

Profil Pengusaha Diana Rikasari


diana rikasari
 
Biografi Diana Rikasari, kelahiran 23 Desember 1984, memang dikenal punya selera fashion. Diana bisa dibilang fashion blogger pertama Indonesia. Memulai menulis semenjak 2007 menggunakan platform blog online. Dari menulis, ibu muda ini menyalurkan kecintaan akan dunia fashion lewat foto.

Memperkenalkan konsep OOTD kepada anak muda jaman itu. Diana menarik banyak perhatian dari masyarakat. Ibu muda yang sudha punya seorang putra bernama Sam. Dia bukanlah siapa- siapa. Tapi ia memiliki hobi menulis yang disalurkan lewat internet.
 

Siapa Fashion Blogger Pertama


Kecintaan akan fashion membutnya memilih jalur berbeda dan unik. Bila blogger lain cuma menulis aneka cerita. Dia memilih menuliskan kisahnya dalam kolase foto. Blog miliknya sangat dikenal yang berpengunjung jutaan perhari. 
 
Alhasil namanya semakin kosisten sebagi fashion influencer bermodal blog. Layaknya fashion blogger lain, Diana juga tidak melepaskan kesempatan untuk masuk ke dunia Instagram. Tetapi dia masih tetap rajin menulis blog selain Instagram. 
 
Diana juga memiliki dua fashion brand yang bernama iwearUP.com dan juga PopFlats.com. Kehidupan tidak selalu menyenangkan terutama buat mereka. Bagi mereka yang ingin sukses harus melewati masa sulit. Begitupula Diana yang nampaknya lancar- lancar saja berkarir. 
 
Siapa sangka dia pernah menjadi korban bullying ketika sekolah dasar. Diana kecil diledek karena punya kekurangan dalam dirinya. Dia yang berada di negeri orang, merasakan apa yang kita rasakan berkali- lipat. Ia hadir diantar keterasiangan tanpa sedikitpun persamaan. 
 
Diana hanya punya tangan menyalurkan pemikiran.Dia mulai menulis kegundahan hati dalam diary. Sempat merasakan putus asa, Diana lantas meminta dipindahkan sekolah agar tidak tertekan. Keadaan terpuruk sang ibu hadir membawa semangat. 
 
Dia menasehati Diana agar tegar. Kepala tegak, bangkit dari keterpurukan, dan mulai berprestasi. Masa sulit dilewati Diana menghasilkan prestasi gemilang. Ia menjadi lulusan terbaik di sekolah. Itu menjadi bukti bahwa ada kelebihan dalam dirinya. 
 
Diana semakin percaya diri. Meyakini bahwa apa masalah dihadapi bisa teratasi. Kuncinya dia harus bekerja keras untuk memperbaiki keadaan lebih baik. Diana tidak pernah mendendam kepada teman sekolahnya. 
 
Teman kecilya itu dimaafkan, tetapi Diana harus berhadapan dengan haters di sosmed, dan apa jawabannya. 

"Jangan membeci saya karena saya adalah orag yang penuh cinta. Namun bilapun anda membenci saya, saya tak akan balik membenci anda" jawab Dian.

Diana selalu berpakaian unik menunjukan gayanya. Tidak sedikit haters menyebut bahwa gayanya itu norak. Dianggap terlalu narsis dan cuma bisa nulis- nulis. Diana seolah tidak memiliki sesuatu yang dibanggakan dari blogging.

Diana tidak bergeming akan ejekan. Dari sekian banyak postingan, lambat laun merubah pandangan beberapa orang. Sedikit menjadi banyak orang mengaggap dirinya trend setter. Inilah dirinya sendiri bukan membuat- buat. 
 

Kisah Diana Rikasari

 
Memang dia memiliki cita rasa fashion unik, namun layak dipelajari sampai ditiru. Dalam biografi Dian Rikasari menulis merupakan passion lain. Selain kesukaannya akan fashion itu sendiri dan tidak terpisahkan. Keduanya seolah satu paket membentuk brand Diana. 
 
Dia menjadi satu sosok trendsetter yang dianggap paham. Diana tidak cuma sekedar foto- foto tetapi menulis juga. Terbukti dengan lahirnya sebuah buku yang berjudul "#88 Love Lifes". Disini berisi suka dukanya bekerja sebagi blogger. 
 
Menemukan passion diantara jepretan foto. Buku yang berisi inspirasi, cinta, dan kebahagiaan yang menarik banyak orang.

Bukunya tidak cuma best seller di Indonesia, tetapi juga Malaysia dan menyusul Singapura. Cetakan berikutnya menyebar sampai London, Filipina, Dubai, dan Brunei.
 
Mengapa dia berhasil pasti karena menjadi pelopor fashion blogger. Dia dikenal berpakaian nyentrik untuk masyarakat tahun 2007 -an.  Soal blog dirinya masih masih bertahan, dan masih menggunakan nama akhir blogspot.com atau gratisan.

Alamatnya ada di dianarikasari.blogspot.com dengan pengunjung banyak. Ini menjadi bisnis lain bisa digelutinya selama kurun waktu tersebut. Diana sering mendapatkan sponsor melalui sini sebelum ada Instagram. Ia pun masih kerap mendapatkan sponsor melalui media blog tersebut.

Blognya masih update sampai sekarang menjadi jala kesuksesan lain. Ia mendapatkan apresiasi tak cuma dalam negeri. Salah satunya, ajang Paris Fashion Week, yang memberi undangan untuk Diana hadir. Bisnis lainnya, Diana mendirikan brand sepatu bernama Up dengan bermodal 40 juta rupiah.

Perbulan setidaknya dia mampu menjual ratusan pasang. Omzetnya mencapai ratusan juta rupiah dari berbisnis sepatu saja. Dari bisnis pakaian lahirlah brand Schmiley Mo, yang diperuntukan wanita dan anak- anak. Schmiley Mo bahkan sudah menjadi brand internasionl lewat Torino Fashion Week, Itali.

Diana sukses memboyong pakiannya sampai ke Dubai dan Uni Emirat. Diana lalu pindah ke Swiss ikut suaminya menetap. Meskipun tidak tinggal di Indonesia, karyanya bisa dinikmati melalui media internet yang memotong jarak.

Ia telah menjadi ikon orang Asian bermain fashion. Maka tidak salah, dalam acara Spiel Der Kulten, pihak museum kota St. Gallen, Swiss, membuatkannya patung. Ini prestasi terbesar baginya sejak semula berusaha. Diana masih aktif menjadi fashion designer, blogger, dan penulis buku yang aktif.

Aplikasi Donor Darah Red Blood Social Entrepreneurship

Profil Pengusaha Leonika Sari Njoto


pendiri red blood

Aplikasi donor darah Red Blood erupakan bentuk social entrepreneurship. Sang pengusaha menjelaskan donor darah tidak rumit. Dimanapun kamu bisa mendapatkan kesempatan. Aplikasi yang memberikan notifikasi kebutuhan akan darah. 
 
Taukah kalian masyarakat Indonesia termasuk pecinta membantu sesama. Membantu tidak harus meluli mengenai uang. Leonika Sari Njoto Boedioetomo menjelaskan asal mulanya membuat aplikasi. Dia mengenang dulu banyak mendaptkan broadcast massage, baik dari keluarga maupun teman.
 

Membuat Aplikasi Startup

 
Kekuranngan donor darah di Indonesia memang memprihatinkan. Pendonor darah kecil dibandingkan kebutuhan darah harian. Belum lagi spesifikasi darah yang dibutuhkan pasien. PMI sendiri selaku pemegang regulasi telah mencoba semaksimal mungkin.

Kini tinggal giliran kalian mau tidak mendonorkan darah nanti. "Saya sering banget mendapatkan broadcast massage tentang orang butuh donor dari di rumah sakit tertentu," jelasnya.

Leonika juga sering mendapatkan info sejenis di sosial media. Layaknya masyarakat biasa, dirinya belum teredukasi tentang pentingnya mendonor darah. Leonika juga belum paham bahwa satu tetes darah begitu berharga. Kemudian dia mencari tau mengenai kebutuhan darah di Indonesia sendiri.

Kebutuhan darah Indonesia rata- rata 5 juta liter. Sedangkan ketersediaan baru mencapai 1- 2 juta. Ia merenungi ini. Tren membangun aplikasi startup tengah marak. Leonika paham sehingga lahirlah aplikasi pertama.

Dia termasuk golongan ulet dan tekun. Leonika semenjak kecil sudah menyukai Biologi. Nilanya paling moncer dibanding mata pelajaran lain. Bermula dari keinginan menjadi Dokter namun takdir tidak memilihnya. Ada beberapa petimbangan hingga memutuskan tidak memilih kedokteran.

Pilihan kedua kesukaanya adalah juruan ilmu teknologi. Tepatnya, memilih jurusan Sistem Informasi, di Institut Sepuluh Nopember (ITS). Walapun tertarik bukan berarti Leonika memahami. Ada satu mata mata kuliah tidak mengena.

Mata kuliah Pemrograman kurang dipahami, alhasil dia mendapat nilai C karena kurang dasar. Dia sudah lama tertarik bidang teknologi. Tetapi belum memiliki waktu memoles pengetahuan dasar. Ini mungkin karena Leonika masih berharap masuk kedokteran.

Dia memang sangat penasan akan bahasa pemrograman. Bekerja keras membuatnya menaikan nilai mata kuliah lanjutan. Di kuliah pemrograman lebih sulit menghasilkan nilai A. Dia masih memiliki jiwa dokter. Ingin rasanya membantu jiwa manusia lewat teknologi terbaru.

Bukan Red Blood, aplikasi pertamanya bernama Bloobis, menjadi rantai pemasok darah PMI di Kota Surabaya. Beberapa tahun kemudian disempurnakan aplikasi bagi pendonor. Setelah beberapa lama, ia telah mendapatkan mentoring dari dosen dan para ahlinya di startup.

Bersama tiga rekan Faisal Setia Putra, Ari Agustina, dan M. Zuhri, menyempurnakan. Aplikasi ini dilengkapi data 225 juta yang tidak mau donor. Mereka ternyata takut jarum. Juga pemahaman soal donor darah begitu minim. Orang banyak tidak tau tempat, waktu, dan mendaftar yang benar.

Pengusaha Sosial

 
Tahun 2013, aplikasi Red Blood lahir, dan memberikan kesempatan masyarakat Surabaya. Di dalam terdapat informasi mengenai tempat donor. Adapula fitur event mengenai donor darah dari tempat dan waktunya.

Kamu bisa membagikan informasi tersebut ke sosmed. Fitur tombol "event" kemudian dapat kamu "share" ke Facebook. Ada ratusan event yang digagas berbagai pihak selain pemerintah. Pendonor pun naik jumlahnya, termasuk mereka yang lolos mendonor sampai 50% dari yang hadir.

Hadirnya Red Blood berkat pengalaman aplikasi dahulu. Ia menyadari masalah bukan di rantai darah disalurkan. Melainkan jumlah pendono yang sangat rendah. Dia mengajak teman- temannya untuk menyelesaikan masalah. Dia sempat ditinggal tim lamanya tetapi kembali bangkit mengejar tujuan.

Pengunduh di app store mencapai 5000 orang. Red Blood merupakan proyek pilot buat masyarakat Surabaya. Bukan tanpa halangan Red Blood sempat "ditentang". Penolakan datang dari rumah sakit yang diajak kerja sama. Mengapa demikian karena pihak mereka hanyalah sekumpulan mahasiswa.

Beruntung Wali Kota Surabaya, Tri Risma berinisiatif, dan aplikasi Red Blood makin matang di 2015 silam. Berawal dari memanfaatkaan event kampus atau perusahaan. Mereka mencari- cari celah agar Red Blood berjalan.

Hingga sekarang, mereka bisa menginisiasi event donor darah, sekarang aplikasi ini telah memiliki wadah perusahaan. Pihak kampusnya ITS Surabaya, dulu membantu dengan kerja sama paatneship kesepahaman. Bicara mengenai mendapatkan uang Leonika menjelaskan informasi lebih lanjut.

Menjadi pengusaha sosial memang memiliki pertanyaan menggelitik. Pasalnya kamu akan habiskan waktu membantu orang. Bagaimana dengan kehidupan pribadi dan pegawai kamu. Bersyukur dirinya memilik keahlian programing.

Mahasiswi lulusan IT ini memiliki aneka usaha disamping mengerjakan  Red Blood. Belum kepikiran menguangkan Red Blood. Ia sendiri lebih memilih meluaskan jangkauan. Menciptakan stabilitas bagi aplikasinya. Tidak kalah penting dia ingin membangun tim dengan banyak latar belakang.

Banyak proyek membuat website juga dikerjakan Leonika. Ya, aplikasi Red Blood memberikan satu portfolio bisnis. Ia tidak menampik akan kebutuhan dana memang dibutuhkan. Tetapi bukanlah jadi tujuan utama dirinya dan kawan- kawan.

"Kalau sekarang memang belum ada profitnya, karena plan besarnya tidak membahas profit," jelas Leonika.

Elle Jess Yamada Beauty Blogger Selebgram

Profil Pengusaha Elle Jess Yamada


elle jess yamada
 
Bermula menjadi beauty blogger kemudian selebgram. Profil Elle Jess Yamada sudah terkenal lama di dunia maya. Mereka dikenal sebagai beauty blogger, dan sekarang fashion Selebgram. Kamu akan lebih banyak menikmati konten mereka di Instagram. 
 
Mereka ini kembar loh, dan sudah memiliki passion dibidang internet lewat aneka sosial media. Dari mempunyai blog, Youtube, Facebook, dan Instagram. 
 
Wajah cantik mereka juga terpampang di berbagai media lain. Fokus mereka memang lebih ke pasar wanita muda masa kini. Ketika viral lagu "Gwiyomi", keduanya ngevlog bersama benar- benar cantik dan cute banget.
 

Beauty Blogger dan Selebgram


Mereka bukan keturunan Korea bukan Jepang. Nama lengkap mereka Ellisa dan Jessica tanpa nama keluarga. "Nama asli kita sih Jessica dan Ellisa saja, tanpa nama belakang," tutur mereka. Namun orang penasaran mengenai Yamada. Dan ternyata, itu tuh bukan nama keluarga atau nama ayahnya.

Dikisahkan keduanya iseng memakai nama "Yamada". Itu berkat orang bilang mereka kembar, dan mirip orang Jepang. Waktu bermula mau mendaftar Facebook membutuhkan nama belakang. Si Elle iseng mencari nama "the common Japanese surname", dan ketemulah Yamada di Google.

Aktif di sosmed pastilah sering mengupload foto atau video. Diantara kegiatan tersebut, Elle dan Jess menyelipkan promosi ke dalam aktifitas wajar tersebut. Orang mungkin tidak "ngeh" tetapi mereka tengah promosi produk. Ternyata keduanya juga memilik olshop jadi sembari berjualan di sosmed gitu.

Mereka mulai serius mengadakan pemotretan seperti model. Passion mereka dari kecantikan dan juga fashion sejalan. Keduanya beralih dari seleb Facebook ke Instagram. Kedua menjadi suka mengikuti dunia modeling. Bahkan ditawari mengikuti kegiatan catwalk dan Jakarta Fashion Week.

Blog mereka ElleJess tidak kalah pamornya dibanding Facebook. Mereka aktif mengupload cerita dan foto. Berkat itupula mereka bisa ke Jakarta Fashion Week 2015 di Senayan City, Jakarta.

Boleh dibilang keduanya termasuk pelopor konsep endorse. Tetapi mereka memakain produk hasil mereka sendiri. Strategi bisnis melalui menjadi model onlineshop sendiri. Olshop mereka bernama Gowigasa atau Good Will Garage Sale.

Mereka berawal dari bisnis pakaian second. Elle dan Jess mampu mengolah sesuatu hingga viral. Alhasil blog mereka, ellejess.com, mampu menghasilkan pengunjung 1 juta perhari. Karena wajah mereka marketnya luas ke berbagai negara.

Pengunjung paling banyak dari Indonesia dan USA. Setelah sukses pakaian second, keduanya lalu mengembangkan bisnis fashion lain. Mereka memang tidak memilik latar belakang fashion. Jess pernah kuliah Komunikasi Visual Animasi, Universitas Bina Nusantara.

Elle sendiri pernah berkuliah manajemen di IMBT. Pada 2012, keduanya sempat masuk girl band bernama Hearts, yang didukung oleh Dea Ananda.

Indah Nada Puspita Hobi Ngeblog Fashion

Profil Pengusaha Indah Nada Puspita


biografi indah nada puspita
 
Hobi ngeblog fashion kini menjadi influencer ternama. Indah Nada Indah Nada Puspita masih ingat semua bermula dari tugas sekolah. Ia ditugaskan membuat blog untuk mata pelajaran TIK. Kala itu masih SMA, dia lalu keterusan aktif menulis blog untuk hobi, belum terpikir menjadi blogger hijaber.

Nada memang tertarik akan fashion muslimah. Hijab membuatnya berpikir kreatif, dan mulailah itu disampaikan lewat blog. Dia mulai fokus membahas mengenai fashion. Maka blog beranama Fashion in Headscraves berubah. Isinya mulai berisi foto- foto sendiri dengan pakaian fashion harian.

Bisnis Fashion Blogger

 
Bukan melulu bercerita tentang keseharian tetapi fashion. Diakui pengusaha muda kelahiran Medan, 8 Juni 1993, hobi ngeblog menghasilkan uang. Ia mulai merubahnya menjadi passion bukan hobi. Dia ingin menyebarkan pandangannya tentang fashion

Ia tengah berkuliah Jurusan Biologi Universitas di Hannover, Jerman. Dari blog datanglah pekerjaan menjadi duta produk. Hasilnya lumayan mampu menambah biaya kulih keluar negeri. Brand yang dia pernah bekerja sama seperti Moshaict Hijab Store dan Mazaya Cosmetics.

Produk Mazaya bukan sekedar tempelan tetapi dicoba. Nada memakai dan mereview langsung dari kulitnya. "Produknya sesuai dengan saya. Make up halal dan cocok untuk anak muda. Sesuai banget buat saya," ucap gadis cantik yang telah berhijab sejak kecil

Dia bekerja sama bahkan jangka panjang sampai 2- 3 tahun. Produk pertama kali ternyata datangnya dari teman. "Awalnya sukarela diajak bermitra sama teman, terus berlanjut secara profesional dengan bandrol harg," ia menambahkan.

Ditanya soal rate maka Nada telah memiliki perhitungan sendiri. Dia mengatakan tergantung merek dan apa produknya. Ketika ditanya mengenai membangun brand sendiri. Nada memiliki bakat untuk menggambar.

Nada sempat berpikir membuat brand fashion sendiri, tetapi bentrok kuliah dan belum kesampaian.

"Ada interest untuk punya merek sendiri. Waktu itu, pernh dicoba tetapi aktivitasnya masih banyak kuliah, belum kesampaian hingga sekarang," tuturnya.

Mengapa brand mempercayai sosok Nada bukan tanpa sebab. Dia mampu membangun brand melalui blog. Perusahaan mengaggap gadis berhijab ini memiliki inspirasi. Gaya fashionnya sangat diminati anak muda Indonesia. Terbukti dari jumlah pengunjung aktif yang datang dan kembali ke blognya.

Dia menutup aurat tetapi masih bisa berpenampilan modis. Nada mengataka soal follower blog tidak ada datanya. Tetapi begitu mermabah ke Instagram, Nada mampu memiliki follower sampai 200 ribu follower. Anak kedua dari dua bersaudara ini belum menyerah menjalankan blog miliknya.

Dari blog dia mendapatkan pengunjung baru. Ia tidak mau meninggalkan blog karena disitulah brand -nya. Agar blog menggaet pengunjung baru dan menyenangkan pegunjung lama. Tidak perubahan justru menjadi tambahan buat endors.

Dijadwalkan tiga hari sekali blog update. Isinya ya mengenai fashion dan soal make up. Itu sejalan dan konsisten dengan tujun awal. Nada memang membuat blog fashion. Karena posisinya berkuliah di luar negeri, Nada terkadang dibantu teman- temannya untuk update foto di blog.

Postingan bisa dilakukan dimanapun melalui internet. Kemudahan ini sangat dimanfaatkan Nada buat mengisi konten. Isi blog juga bersifat spontan bahkan bisa diluar tema. Misalnya dia tengah jalan- jalan ke suatu tempat di Jerman, tetapi ada kalanya direncanakan terutama bila bersponsor.

Ia akan segera berdiskusi soal gaya dan latar pemotretan dengan produk. Nada memikirkan betul biar pesan tersampaikan dengan gayanya. Meskipun kelak akan menikah dan punya anak tetap ngeblog. Ia yang mencintai seni menganggap blognya karya.

Dia selain blog juga tertarik berakting dan bernyanyi. Khusu buat menyanyi dia sudah mengeluarkan single loh. Lagunya berjudul No Me and You bergenres retropop. Selain menyanyi di Indonesia dan Jerman, Nada memiliki brand scraf maka pantaslah dia disebut pengusaha muda juga.

Usaha Hijab Princess Roja Fitridayani Miliaran Rupiah

Profil Pengusaha Roja Fitridayani


sukses hijab princess
 
Hebat usaha Hijab Princess menghasilkan miliaran rupiah. Roja Fitridayani mungkin mudah dapatkan pekerjaan. Tetapi dia memilih usaha hijab Princess bukan mencari kerja. Mahasiswi berprestasi pemilik gelar cumlaud dengan IPK 4.0. 
 
Bisnis ini berjalan 3 tahun dan berhasil hasilkan ratusan juta. Dia membagikan tips sukses Oja kepada teman- teman semua. Memulai usaha sejak 2012 dimana masih belum populer. Perempuan masih memakai hijab scarf atau scarf segi empat. 
 
Cara pemakaian tinggal ditaruh dan dilipat membentuk. Hijab segi empat dia mulai semenjak masa kuliah. Bermula hobiny mengumpulkan pasmina kemudian dijual.
 

Pengusaha Hijab Wanita


Keisengan gadis 23 tahun kemudian berkembang pesat. Ia menamai brand Princess untuk bisnis ini. Hijab pasmina dirasa cocok hingga membuatnya percaya diri. Oja merasa cantik kalau memakain ini keseharian. Lantas berpikirlah mengapa tidak membuat gadis- gadis lain cantik.

Kendala terbesar bisnis adalah harga jual mahal. Pasmina ukuran semakin panjang semakin mahal. Ia sangat merasa ketika masih membelinya. Bagi mahasiswi harga segitu tidak sesuai harapan. Padahal nih, harga bahan mentahnya malah jauh lebih murah

Ia merasa aneh sekaligus melihat kesempatan. Oja adalah sosok berprestasi dikalah masih kuliah. Ya resikonya teman- teman Oja tidak menyadari. Bahwa pengusaha cantik ini memiliki ketertarikan akan wirausaha. Usaha hijab Princess sendiri berfokus kepada penjualan melalui online shop.

Diluar Oja nampak biasa bahkan tidak ada perubahan. Nilai mata kuliah pun tidak menurun ketika disambi usaha. Waktu itu online shopnya berbekal akun Instagram @hijabprincessini. Respon orang- orang positif. Bahkan hijab seri diamond italiano ludes terjual 4000 potong.

Oja tidak sekedar menyukai berbisnis menghasilkan uang. Dia juga peduli akan kepuasan pelanggan. Maka ia memutuskan mencari celah bahan baku. Kerja sama dengan perusahaan di India dilakukan segera. Tujuannya agar mendapatkan kain stretchini, yang mana langka dan jarang di Indonesia.

Ia masih kuliah normal tetap berprestasi. Kehidupan bisnis dijalankan tanpa mengganggu kuliah. Ia memiliki mimpi masuk jurusan kedoteran. Namun takdir berkat lain, Oja masuk ke Jurusan Bisnis dan Manajemen, dan ini membuka takdir menjadi pengusaha muda.

Selepas lulus tawaran kerja datang silih berganti. Dari perusahaan asal Italia, menawarkan Oja masuk menjadi pegawai perusahaan minyak tersebut. Dia bahkan dijanjikan awalan gaji Rp.30 juta. Tawaran itu ditolak karena obsesinya membesarkan hijab Princess.

Aneka inovasi dilakukan agar hijab Princess kompetitif. Agar produk tidak terkesan sama atau nanti menjadi berbeda dari butik lain. Berawal memiliki tiga orang pegawai. Oja sekarang memiliki enam belas orang pegawai.

Omzet dicapai sampai Rp.500 juta dengan dua distributor besar di Batam dan Kalimantan Timur. Dia mempunya butik offline di Mal Baltos, Jalan Tamansari, Kota Bandung.

Bisnisnya berkembang bahkan sudah memiliki 21 karyawan. Target memproduksi 10.000 pieces, dan follower 161 ribu. Penjualan pasminan dari Aceh, Maluku, dan bahkan Papua. Negara yang menjadi pemasaran mulai dari Brunei, Malaysia, Singapura, dan Australia.

"Jadi dulu sering beli kerudung model pasmina dari Instagram. Belinya online di Banjarmasin," Oja mengenang, dan keberatan dengan ongkos kirim mahal.

Pernah kepikiran merasa usaha ini akan mengalami kegagalan. Kepikiran kata- kata orang, "you're too young" atau kamu terlalu muda. Jangan sia- siakan masa muda untuk bekerja terlalu keras. Oja juga memiliki tanggungan prestasi kuliah.

Menjadi masalah kan kalau usaha malah memperburuk nilai. Udah belum tentu sukses karena butuh 3 tahun. Dia sempat berpikir begitu. Bahkan pemikiran tersebut sempat menurunkan pendapatan. Ini terjadi ketika dia tengah mencoba menaikan taraf kesuksesan.

Jangan terlalu ambisius mungkin pikir orang. Padahal Oja hanya mengeksplorasi kewirausahaan. Dia menganggap ini petualangan. Passion -nya akan bisnis membuat dirinya lepas tekanan diri. "Bisnis enggak muncul dari orang yang tidak memiliki jiwa petualangan."

Sonia Eryka Artis Cilik Kini Influencer Busana

Profil Pengusaha Sonia Eryka


sukses sonia eryka
 
Berawal blogger kini influencer busana terkenal. Sonia Eryka artis cilik yang menjelma menjadi sosok fashion ikon Indonesia. Berkat blogger siapa menyangka dirinya akan kembali naik bahkan lebih populer dan terkenal. Dari artis cilik menjadi fashion blogger ternama berikut tips Sonia Eryka.

Gadis kelahiran 21 Juni 1993, masih terlihat imut tanpa make up dan gaya pakaiannya itu keren. Dari kecil dia memang imut dan menggemaskan sebagai idola. Anak 90' -an pasti langsung "ngeh" bila melihat foto kecilnya.
 

Influencer Fashion


Sonia gadis keturunan Tionghoa, dan ternyata kakak dari rapper fenomenal Rich Brian. Dia memiliki kulit putih halus. Tampilan semakin menarik ketika Sonia memakai fake freckles. Wajahnya keliatan semakin menggemaskan.

Gaya berpakaian Sonia bisa berubah sejalan waktu. Uniknya dia mampu menciptakan arus sendiri bukan mengikuti. Berpenampilan edgy sampai tampak keren dengan layak punk- rock. Bermula dari tahun 2000 -an, dia tertarik kepada blogging dan mulai menulis tentang fashion.

Belum berakhir Sonia masih menyalurkan bakat lamannya. Dia aktif mengcover lagu- lagu di situs Youtube. Menjadi blogger dia mendapatkan banyak sponsor dan endorse. Jalan- jalan keluar negeri sembari berfoto untuk tampilan feed dan blognya.

Tips menjadi blogger

Menjadi fashion blogger membuatnya sampai ke Fashion Week. Kamu bisa mendapatkan endors, fee produk, koneksi yang luas, dan bahkan traveling keluar negeri.

1. Be Different

Menjadi blogger kamu harus memiliki nila beda. Bila kamu suka fashion pasti memiliki inspirasi. Ia mengatakan boleh menjadi referensi. Tetapi kamu jangan sampai kelewatan batas. Bila kamu suka satu influencer buatlah beda.

"Misalnya kamu suka salah satu blogger, coba untuk dibuat berbeda saja. Karena kan setiap orang itu punya gaya masing- masing," tipsnya.

2. Punya Passion

Bukan satu dua orang yang berguguran mencoba menjadi blogger. Kamu butuh passion agar setiap postingan serius dan berbobot. Tidak harus fashion, selama kamu memiliki passion maka akan bisa membesarkan blog.

3. Kualitas Blog

Tampilan harus eye catching agar pengunjung datang dan kembali. Kulitas termasuk konten- konten yang kamu suguhkan. Gunakan layout desain dan tema yang unik buat blog kamu. Kualitas foto juga harus diperhatikan jangan sampai pecah.

Kalo usaha kamu maksimal pasti tidak akan menghianati hasilnya. Orang nanti akan menghargai usaha kamu bila maksimal.

Dian Pelangi Fashion Hijab Desainer Indonesia

Biografi Pengusaha Dian Pelangi


biografi dian pelangi
 
Biografi Dian Pelangi desainer hijab terkenal mendunia. Pengusaha Wanita yang bernama asli Dian Wahyu Utami, sempat disepelekan kerena dia dianggap mendompleng. Brand Pelangi telah besar ketika meneruskan usaha keluarga tersebut.

Usaha milik kedua orang tuanya memang sudah stabil alias mapan. Sempat orang disekitar merasa ia tinggal meneruskan. Siapa sangka Dian mampu melanjutkan, bahkan membesarkan bisinis ke tingkat nasional. "Ah, Dian Pelangi mah gampang tinggal nerusin doang," ucap Dian menirukan.
 

Usaha Sendiri


Meneruskan usaha kelurga susah- susah gampang. Resikonya dia justru akan menjadi jatuhnya usaha kelurga. Ia pun merasa dibebani visi pribadi dalam bisinis mapan. Mau sampai kapan akan hanya di satu titik. Dian juga memiliki keinginan pribadi dan mental pengusaha sendiri.

Sekarang, sudah diakui masyarakat luas, orang sudah mengenal bahkan brand namaya lebih fenomenal. Bisnis orang tua sudah ia jalankan semenjak tahun 2008. Seluk- beluk sudah dipahami karena melihat dari kecil. Tinggal mengasah keterampilan sekaligus menghadapi tatap mata sinis.
 
Dia cukup akrab dengan usaha keluarga semenjak kecil. Usia 21 tahun, Dian sudah dikenal menyukai dunia fashion. Banyak orang meragukan kemampuan Dian pertama kali terjun. Kendala dari mereka yang tidak percaya dirinya mampu, walau dia merupakan lulusan sekolah mode ESMOD.

Memulai usaha fashion hijab desainer sejak umur 18 tahun. Kemudian, di usia 21 tahun sudah masuk ke bisnis keluarga, Dian Pelangi masih memiliki banyak mimpi pribadi. Meskipun ia sukses dalam membesarkan bisnis keluarga. Dia masih merasa ini bukanlah kesuksesan karena masih banyak.

Dian masih banyak ingin belajar segala sesuatu baru. Ia sendiri masih banyak berkomunikasi dengan orang tua. Bila dia melakukan sesuatu maka bicarakan. Takutnya menghasilkan uang banyak tetapi orang tua tidak ridho. Inilah tips sukses Dian Pelangi buat kamu yang memulai berwirausaha.

Tantangan orang meremehkan dirasakan Dian begitu kuat. Awal- awal dia sempat jatuh meragukan kemampuan pribadi. Dia harus bekerja mulai dari desain sampai pemasaran dilakukan. Ia mampu membuat brand sekunder seperti Tenun Pelangi, Batik Pelangi, DP by Dian Pelangi, dan Dian Bridge.

"Ini kok masih anak- anak," celetuk mereka.

Anggapan negatif harus dipatahkan melalui karya bukan berdiam diri. Kini, brandnya memiliki 11 cabang, dari Pekalongan, Jakarta, Palembang, Medan, Aceh, Bandung, Surabaya, dan Makassar. Ini juga termasuk franchise keluar negeri ke Malysia, Timur Tengah, dan Eropa.

Agar kamu bisa sukses maka ciptakanlah ciri khas. Bila kita meniru maka masyarakat tidak akan bisa mengenali kita. Mereka tidak akan menganggap karya kita dan karir berjalan di tempat.

Dia terlahir sebagai gadis biasa tidak berlebihan. Uniknya, kedua orang tua Dian memiliki pemikiran berbeda. Bila kebanyakan ingin anaknya masuk ke sekolah menengah. Begitu lulus SMP, Dian malah dimasukan ke SMK 1 Pekalongan Jurusan Tata Busana

Dian menjadi minder ketika bertemu teman di SMP. Tetapi lambat laun berubah, passion akan dunia fashion tumbuh, dan Dian malah bersyukur masuk ke SMK Tata Busana. Begitu lulus sekolah dirinya langsung ditanggung jawabi mengelola butik.

Pengusaha wanita kelahiran Palembang, 14 Januari 1991, yang menjadi desiner utama bisnis fashion milik keluarga. Ia dikenal sebagai anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Muda Indonesia (APPMI) termuda. Berkat sorotan berbagai media membuat namanya melejit keseluruh Indonesia.

Pada Mei 2009, Dian mengadakan fashion show di Malbourne Australia. Dia menampilkan 40 pakain hasil karyanya. Namanya mendapatkan sorotan dari media Australia, The Edge. Ia pun rajin untuk mengikuti fashion show dari APPMI, seperti yang bertema "Kembali Fitri" pada 2009 silam.

Kementrian Perindustrian dan Perdagangan mengajak Dian ke fashion show di Abu Dhabi. Dia juga diundang mengikuti Jakarta Fashion Week (JFW) pada November 2009. Tanggapan masyarakat pada karya Dian Pelangi sangat positif.

Dia menjadi kiblat fashion anak muda pada 2010 -an. Maka Dian meluncurkan buku fashion yang di
dalamnya mengenai "Street Style". Berisikan gaya busana hijaber yang pernah dia temui diseluruh penjuru Indonesia.

Dian Pelangi juga menjadi penggagas komunitas hijab. Namanya komunitas Hijabers yang sudah tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Hijabers Community masih berkembang diantara kehidupan masyarakat Indonesia.

Punya Saudari Kandung Akur Ingin Buka Usaha Bersama

Profil Pengusaha Atina Malina dan Intan KF


usaha vanilla hijab
 
Kebayang kan punya saudari kandung akur. Ingin bukan usaha bersama pasti enak. Atina Maulia dan Intan KF.menjadi contoh. Berkat kekompakan mereka lahirlah Vanilla Hijab. Atina berkisah dirinya akan duduk di kursi roda ketika sakit. Inilah ketika Atina merasa di titik paling rendah kehidupan.

Ia masih berkuliaah sembari membuka online shop. Ya, seperti gadi lain sibuk kuliah dan berjualan online. Atina berjualan hijab dikala itu. Keadaan fisiknya terkadang membuat rendah diri. Merasakan betul dia dilema karena harus juga berobat.

Mengapa memilih berjualan hijab karena dibutuhkan. Atina sakit akan melewati Stasiun Sudirman ketika berobat. Dijalan matanya  memandang orang- orang berlalu lalang. Ia merasakan kesedihan tentang masa depan.
 

Bisnis Online Bareng Saudara


"Apa yang bisa saya lakukan sekarang yang hidup dalam kursi roda? Bagaimana bisa menghasilkan uang ditengah kondisi yang sakit ini?" tanyanya dalam hati.
 
 Ia berpergian bersama ibu kemudian bekeliling pasar. Bisnis hijab ini bermodalkan foto- foto jepretan dia. Mereka berkeliling sembari Atina memofoto hijab dipajang. Kemudian ia akan menngupload itu ke sosmed. Inilah cikal bakal usaha Vanilla Hijab tidak memiliki modal.

Begitu datang pesanan ia akan langsung membelikan itu. "Kita berbisnis untuk menghasilkan uang, bukan menghabiskan uang," imbuhnya. Orang yang mendukungnya adalah sang kakak, meskipun ia sempat "meledek".

Dia yang melihat keseriusan adiknya mau membantu. Tekat dan kasih sayangnya, yang membawa Intan menjadi CEO Vanillah Hijab. Bunda mereka juga mengambil peran kursial. Keduanya menjadi satu berkat bundanya. Ia yang membantu mengantarkan Atina keluar masuk pasar.

Atina telah lama duduk di kursi roda. Mangkanya ia memiliki semangat hidup rendah, dan memulai usaha memberikan harapan. Dulu pembeli cuma diukur jari, sekarang membludak bahkan sampai ribuan, dalam sehari bisa laku 1500 buah.

Intan Kusuma Fauziah, sang kakak membantu Atina membangun produk sendiri, mulai dari soal bahan sampai penjahitan. Atina tidak tau sama sekali dan canggung. Intan yang menjembatani dirinya soal desain dan hijab itu sendiri.

Uniknya Vanilla Hijab tidak akan memiliki reseller. Pasalnya mereka memiliki visi  mengenai produk ekslusif. Kualitas harus sangat terjaga karena fokus bisnis utama. Mereka pun tidak memiliki rekanan butik atau konyasi ke retailler. Pembelian dikhususkan melalui online dan itulah ciri khas Vanilla.

Melalui jualan online Intan berkreasi mendesain produk. Ini sudah memproduksi sampai ratusan ribu buah. Total 160 ribu lebih pengikut Instagram membeli. Intan sendiri merupakan mahasiswa jurusan bisnis. Jujur dia sendiri tidak memiliki pengalaman mendesain pakaian.

Tetapi karena sudah berjalan maka mau tidak mau. Intan berubah menjadi sosok serba bisa. Mulai dari desain sampai mengukur kualitas akhir.. Awal dia sama sekali tidak ikut mengurusi bisnis hijab ini. Dia tengah disibukan skripis. Tetapi Intan ikut mengurusi masala promosi dan brand imagenya.

Intan tidak punya bakat mendesain hijab. Begitu sukses dirinya mulai belajar mendesain. Untung dia memiliki selera hijab bagus. Begitu nama Vanilla naik, kuliahnya selesai langsung dah Intan aktif mengurusi. Vanilla Hijab bahkan sampai over demand pada titik kesuksesan mereka.

Padahal dia bersama tim Vanilla Hijab telah menghasilkan 5000 potong. Begitu antusias masyarakat akan produk Vanillla. Karena sukses besar ia sempat dibungkan masalah pajak.

Produk mereka dibilang ekslusif hanya dibeli lewat online. Uniknya lain, kakak beradik ini yang jadi model produk mereka sendiri. Sudah ekslusif Vanillah Hijab masih memiliki premium collection. Ini produk terbatas dengan desain printing yang memiliki cerita.

Siganture Collection salah satunya menawarkan tema koleksi senja. Mereka menceritakan mengenai pluralisme dalaam secarik kain. Untuk  penjualan sekarang sudah tidak seketat dahulu. Masih tidak memiliki agen, tetapi Vanilla memberikan peluang bagi member yang membeli menjadi penjual.

Prododuk hijab mereka merambah Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong, dan Australia. Mereka juga berkembang merambah bisnis tas. Punya saudari kandung akur memang menyenangkan. Buka usaha bersama bisnis dihasilkan bukan sekedar jualan.

Burger Sehat Menjadikan Helga Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Helga Angelina Tjahjadi


burger vegan

Pengusaha muda harus memiliki impact di dalam bisnis. Burger sehat menjadikan Helga Angelina Tjahjadi masuk Forbes. Semua bermula dari kesehatan Anggi memburuk. Ia menderita penyakit yang kronis, dan bukan sebuah. Dia adalah penderita asma, eksim, dan sinus.

Usia 15 tahun, ia sempat mengalami gangguan liver dan ginjal. Dia mulai belajar mengenai nutrisi. Dari sanalah dia mengerti bahwa kita butuh makanan sehat. Akhirnya Angtgi memutuskan menjadi vegetarian. Dia beranjak dewasa mulai mempelajari makanan olahan sendiri.
 

Bisnis Burger Sehat


Dia masuk Fobes 30 Under 30 berkat bisnis ini. Bukan mudah dia membutuhkan perjalan panjang. Ia membutuhkan satu tahun sampai berdiri. Ide the Burgreens berjalan sembari menempuh kuliah di Belanda. Bisnisnya tersebut baru berjalan ketika pulang ke Indonesia.


Bisnis the Burgreens berdiri beranggotakan 5 orang. Helga mengajak empat teman SMA sepulannya ke tanah air. Kesulitan terbesar karena bisnis dijalankan lima orang. Mereka memiliki misi dan visi berbeda. Sisanya, mereka cuma dijalankan tiga orang, yakni Helga, suaminya, dan seorang teman.

Usaha vegertarian menjadikan dirinya pengusaha muda. Perjalanan menempanya apalagi dia tengah menawarkan produk asing. Burger inipun dirancang juga enak dikonsumsi semua. Walau dia memang peruntukan bagi mereka para vegetarian.

Sekali gayuh dua pulau terlampaui. Namun tidak semudah kalian bayangkan. Ia tetap bertahan karena ini bukan sekedar makanan. Burger vagetarian juga akan membantu alam lebih baik. Tidak cuma ia jualan, tetapi juga mempromosikan hidup sehat dan mengedukasi manfaat menjadi vegetarian.

Bukan hanya vegetarian tetapi 100% bahan organik. The Burgreens juga memakai peralatan restoran ramah lingkungaan. Sedotan digunakan disana menggunakan bahan bambu, plastik bahan singkong, dan alat makan kayu.

Restoran The Burgreens menawarkan konsep Burgreens Go to School dan Burgreens Go to Office. Ini menjangkau ribuan pembeli dari 60 sekolah dan lembaga. Bisnis ini berkembang menjadi usaha 70 orang.

Gerai mereka di Jakarta, ada di Plaza Indonesia, Pacific Place, Dharmawangsa, dan Pondok Indah.

"Max Mandias (suami) menjadi vegetarian sejak 2010. Kesamaan ini mendorong kami berkreasi menciptakan menu setiap hari," jelasnya.

Ternyata sang suami lah pemilik cita rasa enak tersebut. "Saya hanya bisa menikmati karena sampai sekarang saya tidak bisa masak," jelas Anggi. Keduanya saling mengisi dalam berbisnis. Helga akan memberi ide, sementara Max dengan bakatnya mengeksekusi dan hasilnya olahan menu variatif.

Inspirasi Fashion Blogger Evita Nuh Hadapi Keterbatasan

Profil Pengusaha Evita Nuh


evita nuh blogger
 
Inspirasi blogger fashion Evita Nuh punya keterbatasan. Dia jago OOTD, Tapi apakah kalian tau, Evita Nuh memiliki keterbatasan. Bermula ketika usianya masih 9 tahun telah aktif menulis. Dialah pemilik blog jellyjellybean.blogspot.com, yang bermula kebiasaan anak berselancar di dunia maya. 
 
Beruntung karena Evita menemukan kegiatan bernama blogging tengah fenomenal. Ada satu blog bernama Cherry Blossom milik Alex aasal Perancis. Ia melihat blog mudah dan bisa bebas berekspresi. Kita juga tau beberapa layanan blog gratis. 
 
Kalau bicara fashion semua bermiula dari permainan SIM. Itu loh yang karakternya bisa diganti pakaian sesuai kesukaan kamu.

Menjadi Fashion Blogger

 
Dia juga suka bermain Berbie dengan sagala pakaiannya. Ketika bicara mengenai dia mau ngeblog apa. Evita memilih menulis apa disukai. Konsep blog sendiri memang begitu menjadi media dalam berekspresi. Tidak ada strategi khusus untuk menjadi blogger terkenal dan banyak pengunjung.

"Blog itu untuk bersenang- senang, bukan semacam kompetisi dan bukan urusan bisnis jadi nikmati saja," tutur Evita.

Menjadi fashion blogger tentu membutuhkan modal. Walaupun gratis, Evita tetap membuthkan uang buat postingan. Tidak ada budget spesifik hanya dilakukan sesuai kesenangan. Evita akan memakai apa yang dia sukai dan ingin dicoba.

Taukah kamu, kakaknya sangat berperan akan kesuksesan blog miliknya. Kakak Evita yang memotret gaya. Dia jarang membaca blognya. Kakaknya juga tinggal terpisah di apartemen. Dan, dia tidak suka dunia fashion sama sekali.

Seperti dijelaskan diatas dia lakukan buat bersenang- senang. Tidak ada pikiran mau diuangkan. Dia juga tidak mau bekerja layaknya karir. Harus membangun jadwal khusus demi kebutuhan konten. Itu bukan gaya Evita.

Justru dengan gaya inilah dia mampu tampil tanpa beban. Ia menjadi sosok inspiratif bagi anak- anak seumuran. Evita selalu senang bila namanya disebut "Evita Nuh from Indonesia". Nama tersebut jadi bentuk pengakuan akan karya. Dia dari menjadi model fashion sampai membangun brand pribadi.

EVITANUH merupakan bentuk ekspresi pengusaha muda ini. Brand tersebut menjual baju atasan, celana, rok, dan outwear. Dia senang ketika gadis lain menyukai produk ini. Senang rasanya, ketika ada ibu- ibu bilang anaknya ngefans sama Evita, dan berharap bisa mengikuti jejaknya.

Evita kecil menderita Sindrom Espeger. Ia sebenarnya cerdas di atas raata- rata. Espeger merupakan bentuk austisme yang membuatnya cangguh, susah bersosialisasi. Dunia maya menjadi jalan dirinya berekspresi. Bila dilihat dari tulisan dan gaya fashion Evita punya kecerdasan diatas rata- rata.

Bentuk autisme ini membuat dirinya susah komunikasi. Spesifiknya dia akan kesulita memahami hal komunikasi non- verbal. Ini bukan akhir segalanya justru memacu semangat. Alhasil dia menjadi lebih ekspresif menulis. Membuka peluang menjadi penulis masalah fashion ternama asal Indonesia.

Membangun Harapan


Bloger berjudul La Creme de la Crop dibangun ketika 9 tahun. Gadis bernama lengkap Evita Panca Ludwina. Gaya fashionnya terinspirasi Alexander McQueen, Anna Wintour, dan Karl Lagerfield. Dia berada dalaam daftar Fashion Bright Under 16 pada 2010.

Masuk ke urutan ketigaa berdasarkan penulis fashion Asia Tenggara, www.tonguechic.com. Di usia 12 tahun, namanya masuk daftar "100 Anak Muda Paling Berpengaruh Indonesia" versi Marketeers. Ia pada Agustus 2011, profil dirinya satu artikel penuh ditulis di majalah Grazia asal Italia.

Pada Februari 2012, Evita terpilih menjadi wakil anak muda jenius dari Asia. Satu- satunya anak muda di dalam wawancara di majalah Le Nouvel Observateur Perancis. Tahun 2013, dijuluki sebagai The Next Tavi dalam majalah Elle, dan dimuat dalam New York Times pada tahun 2015.

Majalah Go Girl! tertarik akan kemampuan Evitaa Nuh. Dia dijadikan salah satu kolumnis majalah fashion terkemuka itu.

Dari tanah air, banyak brand lokal yang tertarik menjadikan dirinya model. Spesifiknya Evita nanti memakai produk mereka untuk dipadu- padankan. Evita lalu membangun EN PENS, brand fashion yang kepanjangan dari Evita Nuh Perfectum Est Non Satis, yang menjual produk tas desainnya.

Salah satu karayanya berupa tas clutch bertema taksi New York. Tas ngejreng dengan warna kuning yang mencolok. Sempat difavoritkan fashion blogger lain, seperti Cindy Karmoko, Anaz Siantar, dan kalangan selebriti.

Andien artis dan penyanyi pernah membawa tas ini ke New York Fashion Week 2014. Ini menjadi perbicangan dikalangan selebriti dan fasionista. Adapula Ava and Archiebald, produk pakaian anak dan bayi karyanya. Evita juga sibuk menjadi ilustrator album weeding dan kids photography.

Bisnis Ekspor Tepung Singkong Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Annisa Pratiwi


pengusaha muda eksportir tepung
 
Umurnya baru 28 tahun tetapi sudah memiliki bisnis ekspor. Pengusaha muda  ekpor tepung singkong ke berbagai negara. Lalu bagaimana sih caranya Annisa Pratiwi memulai. Bukan hanya tepung dia sebenernya mengolah berbagai produk berbahan utama tepung.

Tidak cuma bahan singkong, Annisa juga membuat aneka olahan mie dari sayuran dan lain- lain. Dibutuhkan riset yang lumayan lama hingga sekarang. Dia mengaku butuh waktu hingga menemukan takaran yang pas.
 
Pengusaha muda 28 tahun lulusan Universitas Airlangga. Asal Pasuruan, dia dan suami mendirikan pabrik pengolahan tepung bernama Ladang Lima di 2012. Produk sehat yang bisa menjadi alternatif kebutuhan karbohidrat. Tepung singkong cocok dijadikan aneka kue ataupun mie pengganti gandum.


Rahasia Pengusaha Muda


Dia memasarkan produk Rp.25.000 per- kg. Omzetnya dalam tiga tahun sudah mencapai Rp.80 juta dan Rp.100 juta. Produk tepung singkong Annisa sudah tersebar di seluruh Indonesia. Mereka juga sudah mengeskpor sampai Singapura, Hong Kong dan Amerika Serikat.

Taukah kamu bahwa tepung gandum dan terigu itu berat. Pencernaan akan bekerja tiga kali agar bisa mencerna. Hasilnya tubuh akan menyimpan menjadi berat badan. Inilah yang kita sebut gluten atau zat pengikat. Agar terhindar dari kegemukan dibutuhkan gluten- free, nah apakah solusi untuk itu?

Tepung singkong memiliki sifat gluten free. Tetapi juga memiliki sifat seperti tepung terigu ataupun gandum. Jadinya kita bisa mengolahnya menjadi mie ataupun roti. Awal bisnis Annisa tidak mudah karena awam. Dia meriset sendiri apasih tepung gluten free dapat dikembangkan di Indonesia.

Terus bagaimana cara mengolah singkong. Nisa berburu singkong sampai ke pelosok desa. Sekalinya bisa membuat tepung dia harus memikirkan penjualan. Dipakainya pameran bisnis di Surabaya, dan hasilnya menggaet konsumen besar, yakni ibu- ibu beranak kebutuhan khusus.

Mereka butuh tepung buatan Nisa tersebut. Menurut ibu tersebut, dia harus siap membeli sampai ke Australia karena di Indonesia susah. "Saya sangat senang kerena kini beliau membeli tepung buatan saya," ujar pengusaha muda ini.
 
 Inovasi produk meliputi produk turunan dikembangkan. Agar tidak jenuh dibuat variasi rasa yang bisa dipilih. Ada basil dan garlic, coffee, ginger atau jahe, cheese, dan green tea. "Rasanya enak, tapi tetap sehat," ia menjelaskan. Konsumen terbanyak malah berasal dari luar Surabaya dan Pasuruan.

Ia menjelaskan lebih mudah menjual keluar. Tidak perlu mengedukasi karena masyarakat sudah tau. Ia mampu menjual lebih banyak. Tetapi tersebar karena pesaing lebih banyak juga loh. Ongkos kirim yang mahal menjadi kendala. Biaya kirim masing- masing memberatkan dia dan konsumen sendiri.

Sekarang dia memproduksi tepung gluten 20 ton perhari. Dia tidak menjual eceran. Dijualnya ke pasar swalayan dan toko pemasok di Surabaya, Jakarta, dan Bali. Dalam perkembangannya dia juga punya reseller di luar negeri. Bisnis ekspor tepung Singkong banyak order di luar negeri tidak lokal.

Gimana agar jualan laku diterima konsumen. Nisa mengembangkan kemasan sendiri. Agar bisa bikin orang tertarik setiap kemasan ada resep. Dia juga memasarkan melalui brosur dan media sosial. Dia dan Ladang Lima juga mengeduksi konsumen tentang tepung gluten.

Dia mengedukasi seperti menceritakan pengalaman konsumen. Seorang anak yang terlambat bicara, sejak konsumsi tepung ini anaknya sudah mulai bicara. Ada anak yang alergi tepung gluten, dan ketika mengkonsumsi tepung gluten free ini, tidak lagi mengeluarkan cairan dari hidunya.

Terget mendatang ialah sertifikat ISO internasional. Dimaksud untuk makin mempermudah ekspor ke luar negeri. "Saya ingin menjadi salah satu produksen yang ekspor tepung asli Indonesia rutin," ia menjelaskan.

Ia bekerja bersama suaminya, Raka, dan berbagi tugas bisnis. Nisa bertugas dalam hal pemasaran ke konsumen. Sedangkan Raka bertugas dalam hal produksi produk. "Sering beda pendapat. Tetapi selalu dipecahkan dan tidak sampai terbawa urusan keluarga," ia menambahkan.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba